Kajian Lingkungan Hidup

A. Kajian Lingkungan Hidup

Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Sedangkan ruang lingkup lingkungan hidup Indonesia meliputi ruang, tempat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berwawasan Nusantara dalam melaksanakan kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksinya. Dalam lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup. Merujuk pada definisi di atas, maka lingkungan hidup Indonesia tidak lain merupakan Wawasan Nusantara, yang menempati posisi silang antara dua benua dan dua samudera dengan iklim tropis dan cuaca serta musim yang memberikan kondisi alamiah dan kedudukan dengan peranan strategis yang tinggi nilainya, tempat bangsa Indonesia menyelenggarakan kehidupan bernegara dalam segala aspeknya. Secara hukum maka wawasan dalam menyelenggarakan penegakan hukum pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia adalah Wawasan Nusantara (Macgere, 2015).

B. Permasalahan Lingkungan Hidup

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) merupakan suatu kajian yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan atas penyelenggaraan usaha atau kegiatan di Indonesia mengenai dampak yang mungkin muncul terhadap lingkungan hidup karena adanya penyelenggaraan usaha atau kegiatan tersebut. Penulis beranggapan bahwa analisis ini sangat penting demi terjaganya kualitas lingkungan hidup yang ada di sekitar kita. Dengan adanya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), diharapkan pemrakarsa atau pihak yang akan menyelenggarakan usaha atau kegiatan dapat merencanakan pembangunan yang berwawasan lingkungan dengan mengolah sumber daya yang ada secara bijaksana. Meskipun setiap pembangunan tentunya akan memberikan dampak terhadap lingkungan hidup, namun jika dilakukan analisis sejak awal maka dampak-dampak yang mungkin timbul dapat dikendalikan sedini mungkin, dan solusi-solusi positif juga dapat dipersiapkan dengan baik.

Kelompok manusia yang tingkat kemampuan budayanya telah tinggi, melalui pengetahuan, ilmu dan tekhnologi yang dimilikinya, telah dapat merealisasikan sumber daya lingkungan bagi kemakmuran hidupnya. Hutan yang lebat, sungai yang lebar dan deras, air terjun yang curam lebih dipandang sebagai penghalang dan penghambat daripada dimanfaatkan sebagai sumber daya yang mendukung kehidupannya. Bangsa yang telah maju dalam bidang ilmu dan teknologi,tidak hanya mampu memanfaatkan sumber daya yang ada di negerinya sendiri. Sudah dikemukakan bahwa daya dukung lingkungan itu bersifat relative. Meskipun demikian, lingkungan ini juga memiliki keterbatasan. Jika pemanfaatan dan populasi yang dapat didukung oleh lingkungan itu telah melewati batas kemampuan, akan terjadi berbagai bentuk ketimpangan. Ketimpangan-ketimpangan tadi, menjadi masalah yang akan menimpa kehidupan mahluk, khususnya kehidupan manusia. Penerapan ilmu dan teknologi dalam perekayasaan pertanian berupa pemupukan, pengolahan tanah yang lebih baik, penelitian dan pemilihan bibit unggul, perbaikan pengairan melalui organisasi dan kelembagaan, merupakan bukti kemampuan budaya manusia mengembangkan daya dukung lingkungan, dalam hal ini lingkungan lahan pertanian. Penerapan tekhnologi bagi peningkatan kesejahteraan umat manusia selain secara jelas berdampak positif juga membawa dampak negative. Penerapan tersebut merupakan tekanan terhadap lingkungan. Eksploitasi hutan, sungai, laut dan lain-lain yang ada di luar daya kemampuan lingkungan yang bersangkutan, merupakan tekanan yang mengubah kesinambungan sehingga menimbulkan masalah lingkungan.

C. Solusi dari Permasalahan Lingkungan Hidup

Perkembangan hukum lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dari gerakan sedunia untuk memberikan perhatian lebih besar pada lingkungan hidup, mengingat bahwa kenyataan lingkungan hidup telah menjadi masalah yang perlu ditanggapi dan ditanggulangi bersama demi kelangsungan hidup bumi. Pemerintah Indonesia dalam menanggapi aksi lingkungan hidup sedunia mempertimbangkan bahwa dalam mendayagunakan sumberdaya alam untuk memajukan kesejahteraan umum seperti termuat dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Selain pemrakarsa yang juga bertugas menyusun kajian AMDAL tersebut, instansi-instansi yang berwenang dalam pengambilan keputusan atas terselenggara atau tidaknya usaha atau kegiatan, harus menggunakan wewenangnya dengan sebaik mungkin dan harus bertanggung jawab penuh terhadap keputusan yang akan dibuat, karena hal ini berkaitan langsung dengan lingkungan hidup. Jika Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dapat dipahami dengan baik oleh setiap pihak-pihak yang terlibat, maka proses pembangunan yang terjadi di Indonesia dapat dikelola dengan baik. Dengan kata lain, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan dapat mengurangi tingkat pemborosan, pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, serta kemerosotan sumber daya alam dalam pemanfaatannya.

Referensi:

Macgere. 2015. Objek Kajian Lingkungan Hidup. (Online). (http://brainly.co.id/tugas/1485189). Diakses pada hari Minggu tanggal 09 Januari 2016.

 

Terimakasih atas kunjungan Anda. Kritik dan saran dapat disampaikan pada kotak komentar, ya! Silakan tinggalkan komentar Anda dengan sopan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s