Hubungan/Korelasi Antara Hewan (Jerapah) dengan Habitat, Evolusi dan Seleksi Alam

MAKALAH
DASAR-DASAR EKOLOGI

HUBUNGAN/KORELASI ANTARA HEWAN (JERAPAH) DENGAN HABITAT, EVOLUSI DAN SELEKSI ALAM
OLEH :
IQBAL JALIL HAFID

O 121 12 094

logo untadDiajukan untuk memenuhi persyaratan guna memperoleh
nilai tugas pada matakuliah Dasar-dasar Ekologi

JURUSAN PETERNAKAN

FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2015

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Makhluk hidup memerlukan lingkungan untuk hidupnya karena makhluk hidup tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya. Tidak hanya manusia, tetapi tumbuhan dan hewan pun demikian. Seperti halnya kehidupan manusia, hewan juga memiliki kelompok-kelompok dalam kehidupannya. Semua itu adalah pertanda bahwa terdapat satuan makhluk hidup dalam sebuah ekosistem. Satuan-satuan makhluk hidup tersebut meliputi individu, populasi, komunitas ekosistem dan biosfer.

Istilah individu berasal dari bahasa latin yang tidak dapat dibagi, artinya organisme yang berdiri sendiri bersifat bebas dan tidak memiliki hubungan dengan sesamanya, atau biasa disebut makhluk hidup tunggal, contohnya seekor jerapah. Pada jangka waktu tertentu, individu tersebut kemudian membentuk sebuah perkumpulan individu yang sejenis.Misalnya beberapa jerapah sehingga membentuk populasi jerapah.

Istilah populasi juga berasal dari bahasa latin yaitu populous yang artinya semua makhluk hidup yang sejenis yang tinggal di suatu tempat tertentu. Tempat itulah yang kemudian disebut sebagai habitat.

Evolusi adalah proses perubahan struktur tubuh makhluk hidup yang  berlangsung sangat lambat dan dalam waktu yang sangat lama. Evolusi juga merupakan perkembangan makhluk hidup yang berlangsung secara perlahan-lahan dalam jangka waktu yang lama dari bentuk sederhana ke arah bentuk yang komplek. Evolusi juga dapat diartikan proses perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit dan memakan waktu yang lama.

Selama kehidupan masih tetap berlangsung, kejadian-kejadian alam akan terus menyertai aktifitas kehidupan setiap organisme yang ada didunia. Setiap saat berlangsung peristiwa-peristiwa alam yang erat hubungannya dengan kelangsungan hidup organisme yang ada di dalamnya, seperti banjir, gunung meletus, wabah penyakit, tanah longsor, badai, angin topan, gempa bumi dan sebagainya.

Apabila organisme tersebut mampu beradaptasi, maka organisme tersebut akan dapat bertahan hidup, tetapi bagi organisme yang tidak mampu beradaptasi, maka organisme tersebut akan bertahan hidup, tetapi bagi organisme yang tidak mampu beradaptasi akan mati dan akhirnya punah. Peristiwa inilah yang disebut dengan seleksi alam yang erat kaitannya dengan jenis (spesies), macam (varian), rantai makanan, perkembangbiakan secara kawin, genetika dan adaptasi.

B. Tujuan dan Manfaat

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengkaji korelasi antara hewan jerapah dengan habitat, evolusi, dan seleksi alam.

Manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai kajian dalam mengetahui korelasi antara hewan jerapah dengan habitat, evolusi, dan seleksi alam.

 

II. PEMBAHASAN

Habitat adalah tempat tinggal suatu makhluk hidupdi daerah tertentu. Menurut Clements dan Shelford (1939), habitat adalah lingkungan fisik yang ada di sekitar suatu spesies, atau populasi spesies, atau kelompok spesies, atau komunitas.

Jerapah (Giraffa Camelopardalis) adalah hewan yang memiliki leher yang panjang, telinga yang lebar, mata yang besar, dan ekor berjumbai. Jerapah merupakan hewan tertinggi yang hidup di darat, tingginya mencapai sampai sekitar 5-6 meter dan beratnya mencapai sekitar 1360 kg atau sekitar 21 kali berat badan manusia orang dewasa.

Jerapah dapat mencapai makanannya yang berada di pohon yang tinggi karena lehernya yang panjang. Lidahnya juga panjang untuk membantunya makan dan sekaligus kuat meskipun ada banyak duri-duri yang tajam dan berbahaya. Jika muncul predator, jerapah akan menendang predator tersebut dengan kakinya yang mempunyai kuku yang besar atau membuat kelompok untuk mendapatkan perlindungan. Tendangan seekor jerapah dapat membuat seekor singa cacat. Jerapah dapat beristirahat dengan posisi berdiri, tetapi biasanya berbaring dengan kaki dilipat di bawah tubuhnya. Jerapah umumnya berlari dengan kecepatan 16 km/jam, tetapi jika sedang ketakutan jerapah dapat berlari mencapai 56 km/jam. Jerapah-jerapah jantan muda menentukan siapa yang lebih berkuasa dengan adu leher, dimana dua jerapah yang bersaing menyilangkan lehernya satu sama lain, lalu mendorong ke arah sisi berlawanan.

Jerapah adalah jenis hewan mamalia endemik Afrika yang habitat aslinya di padang savana, daerah Afrika Selatan. Jerapah tidak suka hidup di semak-semak karena itu sangat menyulitkan ia melihat musuhnya, jerapah lebih suka hidup di alam bebas dan alam terbuka sehingga ia bebas melihat keberadaan musuhnya dan bersiap-siap untuk melindungi dirinya.

Jerapah hidup bersama koloninya yang tinggal dalam satu populasi dan spesies. Nama spesiesnya adalah Camelopardalis. Selain itu, perlu diketahui kalau jerapah memiliki sembilan subspecies yang dibedakan berdasarkan warna dan variasi pola. Meskipun sebenarnya perbedaannya sangatlah sedikit. Perubahan panjang leher jerapah itu disebabkan karena adanya seleksi alam.

Pada mulanya tidak semua jerapah berleher panjang. Oleh karena sumber makanan mereka yang berupa daun-daun muda di pucuk-pucuk pohon yang tinggi, hanya jerapah berleher panjang saja yang dapat bertahan hidup. Jerapah-jerapah berleher pendek punah terseleksi oleh alam.

Hubungan antara jerapah dengan evolusi dan seleksi alam, diantaranya:

  1. Tidak ada dua individu yang sama

Hal ini dapat kita amati bersama, seperti yang kita ketahui bahwa perbedaan akan selalu tampak walaupun kedua individu tersebut tergolong dalam satu spesies. Misalnya saja kita lihat dua orang yang kembar pasti memiliki perbedaan. Jadi, walaupun satu keturunan, spesies tersebut memiliki sifat-sifat yang bervariasi. Pada kasus ini kita melihat bahwa leher jerapah memiliki panjang yang bervariasi. Tentu saja perubahan ini berlangsung dari generasi ke generasi dalam waktu yang sangat lama.

  1. Setiap populasi berkecenderungan untuk bertambah

Hal ini mudah sekali diamati karena setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk berkembang biak. Kita ketahui bahwa satu bakteri dapat berkembang biak menjadi dua, dua menjadi empat, dan seterusnya.

  1. Untuk berkembang biak perlu adanya makanan

Setiap individu harus memenuhi segala kebutuhannya, mulai dari makan, air, tempat hidup, dan lain sebagainya. Dapat kita lihat bahwa jerapah berleher pendek tidak dapat menambah jumlah populasinya. Hal ini dikarenakan, jerapah berleher pendek tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan makanannya sehingga tidak dapat berkembang biak.

  1. Jerapah mengalami seleksi alam

Alam mengadakan seleksi terhadap individu-individu yang yang ada di dalamnya. Hanya individu-individu yang dapat menyesuaikan diri dengan alam yang akan terus hidup, sedangkan yang tidak akan musnah. Hanya jerapah yang berleher panjang saja yang dapat melanjutkan kehidupannya sampai sekarang. Itulah yang menjadi bukti bahwa makhluk hidup selalu beradaptasi dengan lingkungannya.

Satu spesies jerapah memiliki lebih dari satu varian. Dalam hal ini dipisahkan dalam dua varian, yaitu jerapah leher panjang dan jerapah leher pendek. Jadi jika dua varian tersebut bereproduksi maka akan menghasilkan jerapah leher panjang  atau jerapah leher pendek atau jerapah varian lain.

 

III. PENUTUP

Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hewan jerapah memiliki korelasi/hubungan dengan habitat, evolusi, dan seleksi alam sesuai dengan siklus makhluk hidup sehingga apa yang yang dipaparkan saling melengkapi satu sama lainnya.

 

DAFTAR PUSTAKA

Dilla, A. 2014. Seleksi Alam. (Online). (https://www.academia.edu/). Diunduh pada hari Jumat 14 Agustus 2015.

Iskandar, d.k.k. 1980/1994. Evolusi. Jurusan Biologi FMIPA ITB. Bandung.

Islamiah, A. 2013. Evolusi Jerapah. (Online). (http://al-love-education.blogspot.com/). Diakses pada hari Jumat 14 Agustus 2015.

Remedia. 2013. Habitat dan Adaptasi Jerapah. (Online). (http://www.bimbingan.org/). Diakses pada hari Jumat 14 Agustus 2015.

Terimakasih atas kunjungan Anda. Kritik dan saran dapat disampaikan pada kotak komentar, ya! Silakan tinggalkan komentar Anda dengan sopan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s