MATERI MINI: Kedudukan Penyuluhan Pertanian dalam Pembangunan Pertanian

Materi Mini

 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIAN

“Kedudukan Penyuluhan Pertanian dalam Pembangunan Pertanian”

Oleh :

IQBAL JALIL HAFID

O 121 12 094

 logo untad

  JURUSAN PETERNAKAN

FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN

UNIVERSITAS TADULAKO

2015

Berbicara tentang kedudukan penyuluhan, Timmer (1983) dengan tepat menyebutnya sebagai “perantara” atau jembatan penghubung, yaitu penguhubung antara:

  • Teori dan praktik, terutama bagi kelompok sasaran (penerima manfaat) yang belum memahami “bahasa ilmu pengetahuan/tek-nologi”.
  • Pengalaman dan kebutuhan, yaitu antar dua kelompok yang setara seperti sesama praktisi, sesama tokoh masyarakat, dll.
  • Penguasa dan masyarakat, terutama yang menyangkut pemecahan masalah dan atau kebijakan-kebijakan pembangunan.
  • Produsen dan pelanggan, terutama menyangkut produk-produk (sarana produksi, mesin/peralatan, dll.
  • Sumber informasi dan penggunannya, terutama terhadap masyarakat yang relatif masih tertutup atau kurang memiliki aksesibilitas terhadap informasi.
  • Antar sesama stakeholder agribisnis, dalam pengembangan jejaring dan kemitraan-kerja, terutama dalam pertukaran informasi.
  • Antara masyarakat (di dalam) dan “pihak luar”, kaitannya dengan kegiatan agribisnis dan atau pengembangan masyarakat dalam arti yang lebih luas.

Berkaitan dengan pemahaman tersebut, Lionberger (1983, 1991) meletakkan penyuluhan sebagai “variabel antara” (interviening variable), dalam pembangunan (pertanian) yang bertujuan untuk memperbaiki kesejahteraan petani dan masyarakatnya. Dalam posisi seperti itu, kegagalan pembangunan pertanian untuk memperbaiki kesejahteraan petani bukan semata-mata disebabkan oleh lemah atau rendahnya mutu/kinerja penyuluhan.

Sebaliknya, keberhasilan pembangunan pertanian dalam memperbaiki kesejahteraan petani, tidak dapat dikatakan bahwa hal itu disebabkan “hanya” oleh baik atau tingginya mutu/kinerja penyuluhan. Sebagai “variabel antara” (Lionberger, 1983), kegiatan penyuluhan berperan sebagai jembatan dalam proses:

  • Distribusi informasi/inovasi, baik dari sumber (peneliti, pusat informasi, penentu kebijakan, produsen/pemasar, dll) kepada masyarakat yang membutuhkan dan akan menggunakannya, maupun sebaliknya, dari masyarakat/praktisi kepada pakar, produsen, pengambil keputusan kebijakan, dll. umpan balik terhadap informasi/ inovasi yang telah disampaikan penyuluhnya.
  • Pemecahan masalah, yaitu sebagai fasilitator pemecahan masalah dan atau perantara informasi yang menyangkut masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat, praktisi, pengguna dan pelanggan produk tertentu, kepada sumber informasi/inovasi/produk mau-pun para penentu kebijakan pembangunan.
  • Pengambilan keputusan, yaitu sebagai fasilitator dan atau peran-tara informasi tentang kebijakan pembangunan dari pengambil keputusan (penguasa) kepada masyarakat dan atau perantara informasi dari masyarakat tentang kebijakan yang harus diputus-kan oleh pihak luar (bukan oleh masyarakat sendiri).

Dalam pembangunan pertanian, kedudukan penyuluhan sebagai “perantara” perannya dilaksanakan oleh penyuluh pertanian. Terkait, “kedudukan penyuluh (pertanian)”, maka kedudukan tidak berada di atas atau lebih tinggi dibanding petaninya, melainkan dalam “posisi yang sejajar”. Kedudukan sebagai mitra-sejajar tersebut, tidak hanya terletak pada proses sharing selama berlangsungnya kegiatan penyuluhan, tetapi harus dimulai dari: sikap pribadi dalam berkomunikasi, tempat duduk, bahasa yang digunakan, sikap saling menghargai, saling menghormati, dan saling mempedulikan karena merasa saling membutuhkan dan memiliki kepentingan bersama.

Legalitas jabatan dan kedudukan penyuluh pertanian ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Disebutkan bahwa penyuluh adalah perorangan warga Negara Indonesia yang melakukan penyuluhan, sedangkan penyuluh pegawai negeri sipil (PPNS) adalah pegawai negeri sipir yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi lingkup pertanian, perikanan, atau kehutanan untuk melakukan penyuluhan.

Pada Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Undang-undang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, menyatakan bahwa penyuluhan dilakukan oleh Penyuluh Pertanian Pegawai Negeri Sipil (PNS), Penyuluh Pertanian Swadaya dan/atau Penyuluh Pertanian Swasta. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 61/Permentan/OT.140/11/2008, kedudukan Penyuluh Pertanian Swadaya dan Penyuluh Pertanian Swasta adalah sebagai mitra Penyuluh Pertanian PNS dalam melakukan kegiatan penyuluhan pertanian, baik sendiri-sendiri maupun kerjasama yang terintegrasi dalam program penyuluh penyuluhan pertanian, sesuai dengan tingkat administrasi pemerintahan dimana kegiatan penyuluhan diselenggarakan. Keberadaan Penyuluh Pertanian Swadaya dan Penyuluh Pertanian Swasta bersifat mandiri dan independen untuk memenuhi kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha.

Referensi :

Alwi. 2010. Kebijakan Penyuluhan Pertanian dalam Pembangunan, (online), (http://catatankuliahs2ku.blogspot.com/). Diakses pada hari Minggu tanggal 1 Maret 2015.

Anonim. 2011. Peranan Penyuluhan Pertanian, (online), (http://bp3kairdikit.blogspot.com/). Diakses pada hari Minggu tanggal 1 Maret 2015.

_______. 2012. Penyuluh Pertanian, (online), (http://www.bangazul.com/). Diakses pada hari Minggu tanggal 1 Maret 2015.

Arifin, M. 2013. Kedudukan Penyuluhan Pertanian dalam Pembangunan Pertanian, (online), (http://agro-sosial.blogspot.com/). Diakses pada hari Minggu tanggal 1 Maret 2015.

Mardikanto, T. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Timmer, W.J. 1983. The Human Side of Agriculture. New York: Vantage Press.

Terimakasih atas kunjungan Anda. Kritik dan saran dapat disampaikan pada kotak komentar, ya! Silakan tinggalkan komentar Anda dengan sopan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s