Manajemen Pembibitan Ternak Kambing dan Domba

Tugas

 PEMBIBITAN TERNAK

“Manajemen Pembibitan Ternak Kambing dan Domba”

Oleh :

IQBAL JALIL HAFID

O 121 12 094

 logo untad

  JURUSAN PETERNAKAN

FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN

UNIVERSITAS TADULAKO

2015

A. Pemilihan Bibit

  1. Persyaratan umum
  • Bibit kambing/domba yang dipilih berasal dari daerah yang bebas penyakit hewan menular dan harus melalui pemeriksaan dan pengamatan terhadap penyakit menular sesuai ketentuan (antara lain bebas Brucellosis).
  • Bibit kambing/domba harus sehat dan bebas dari segala cacat fisik seperti cacat mata (kebutaan), tanduk patah, pincang, lumpuh, kaki dan kuku abnormal, serta tidak terdapat kelainan tulang punggung atau cacat tubuh lainnya.
  • Bibit kambing/domba harus bebas dari cacat alat reproduksi.
  1. Persyaratan khusus

Untuk menjamin mutu produk diperlukan bibit yang sesuai dengan persyaratan teknis sesuai dengan rumpun antara lain sebagai berikut:

  • Kambing Peranakan Ettawah

Kualitatif

Kuantitatif

a.       Warna bulu kombinasi putih hitam atau putih coklatb.      Profil muka cembung

c.       Tanduk pejantan dan betina kecil melengkung ke belakang

d.      Ekor pendek

1.      Jantan (umur > 1 – 2 tahun):a.         Tinggi pundak minimum 75 cm

b.        Panjang badan minimum 61 cm

c.         Panjang telinga minimum 26 cm

d.        Lingkar dada minimum 80 cm

e.         Panjang bulu rewos/gembyeng/surai minimum 14 cm

2.      Betina (umur > 1 – 2 tahun):a.         Tinggi pundak minimum 71 cm

b.        Panjang badan minimum 57 cm

c.         Panjang telinga minimum 26 cm

d.        Lingkar dada minimum 76 cm

e.         Panjang bulu rewos/gembyeng/surai minimum 14 cm

 

  • Domba Lokal

Kualitatif

Kuantitatif

a.       Warna bulu bermacam-macamb.      Betina tidak bertanduk, jantan bertanduk kecil tidak melingkar

c.       Bentuk badan kecil

1.      Jantan (umur 12 – 18 bulan):a.       Tinggi badan minimum 45 cm

b.      Bobot badan minimum 15 kg

2.      Betina (umur 8 – 12 bulan):a.       Tinggi badan 40 cm

b.      Bobot badan minimum 10 kg

B. Perkandangan

  1. Kandang sedapat mungkin dibuat tipe panggung menggunakan bahan baku yang ekonomis dan kuat serta memenuhi persyaratan teknis.
  2. Disarankan untuk membuat kandang koloni/kelompok dan kandang untuk anak yang baru lahir.

C. Pakan dan Air Minum

  1. Menyediakan pakan hijauan (rumput, leguminosa, sisa hasil pertanian, dedaunan) dan pakan tambahan berupa mineral dan pakan tambahan lainnya dalam jumlah yang cukup dan mutu yang baik.
  2. Air minum disediakan tidak terbatas (ad libitum).

D. Obat Hewan

  1. Obat hewan yang digunakan meliputi sediaan biologik, farmasetik, premik dan obat alami.
  2. Obat hewan yang dipergunakan seperti bahan kimia dan bahan biologik harus memiliki nomor pendaftaran. Untuk sediaan obat alami tidak dipersyaratkan memiliki nomor pendaftaran.
  3. Penggunaan golongan obat keras harus di bawah pengawasan tenaga medis kesehatan hewan.

E. Perkawinan

  • Inseminasi Buatan (IB)
  1. Perkawinan menggunakan kawin alam dan atau teknik inseminasi buatan (IB) menggunakan semen beku/semen cair yang sudah teruji dan memenuhi standar mutu.
  2. Inseminasi buatan menawarkan cara terbaik untuk mendistribusikan plasma nutfah dari inti peternakan domba dalam setiap ekosistem.
  3. Metode speculum inseminasi digunakan untuk domba.
  4. Umumnya inseminasi buatan mengarah untuk menurunkan tingkat reproduksi daripada layanan alam dan semen beku memberikan bahkan banyak tingkat kehamilan yang rendah, yaitu sekitar 40%.
  5. Inseminasi serviks umumnya diikuti untuk tingkat konsepsi yang lebih baik.
  • Inbreeding

Pejantan yang digunakan adalah pejantan terpilih yang memenuhi persyaratan sebagai pejantan unggul dan harus dihindari perkawinan kerabat dekat (inbreeding).

F. Reproduksi

  1. Parameter reproduksi domba dan kambing
  2. Breeding usia 6 – 8 bulan
  3. Datang panas (masa kelamin) setelah beranak – 21 hari setelahnya
  4. Panjang kehamilan 147 hari (rentang antara 144 dan 152 hari)
  5. Rasio jantan betina 01:20
  6. Periode estrus diulang setiap 16 – 17 hari rata-rata pada domba (kisaran 14 – 19 hari)
  7. Periode estrus berlangsung selama sekitar 24 – 36 jam pada domba betina
  8. Tanda-tanda estrus domba dan kambing
  9. Redden dari vulva (mengalami kemerahan) dan debit dari vulva
  10. Ekor bergoyang-goyang
  11. Mencari pejantan
  12. Sering mengembik
  13. Berdiri untuk kawin (berdiri refleks)
  14. Pejantan tertarik dengan bau, penglihatan dan suara dan menunjukkan perilaku
  15. Mengendus vulva
  16. Memperluas leher dengan curling bibir atas
  17. Menggigit sisi domba
  18. Menaiki pasangan

G. Persiapan Betina dan Jantan

  1. Betina
  • Pembilasan (Flushing)
  1. Flushing adalah makanan konsentrat ekstra untuk domba sebelum awal musim berkembang biak, biasanya 3 atau 4 minggu sebelum berkembang biak.
  2. Hal ini untuk meningkatkan tingkat ovulasi dari domba, sehingga jumlah kembar dan kembar tiga meningkat.
  3. Flushing hanya akan berpengaruh jika domba berada di fase menurunnya ketersediaan gizi.
  4. Domba dalam kondisi tubuh yang lebih baik akan menghasilkan lebih banyak domba sehingga pembilasan domba lebih ramping akan meningkatkan kesuburan dengan cara meningkatkan insiden estrus, meningkatkan tingkat ovulasi dan menurunkan angka kematian embrio dini dengan memperkuat integritas membran janin.
  5. Flushing bisa dilakukan dengan menambah 250 gram konsentrat harian atau 500 gram berkualitas baik kacangan jerami per kepala per hari.
  6. Flushing meningkatkan tingkat beranak hingga 10 sampai 20 persen.
  • Eyeing

Untuk mencegah kebutaan dikarenakan wol di beberapa keturunan yang kelebihan wol di sekitar mata harus dipotong secara teratur. Proses ini disebut sebagai eyeing.

  • Crutching

Penghapusan wol di sekitar wilayah abadi (kemaluan) dan pangkal ekor seekor domba betina dikenal sebagai crutching. Ini memfasilitasi kawin yang lebih baik.

  1. Jantan
  • Menandai ram/​buck
  1. Demi identifikasi domba jantan.
  2. Ketika proses tagging domba betina selama pembibitan, domba jantan akan ditandai pada pantatnya (marked).
  3. Hal ini memungkinkan untuk merekam/mengingat tanggal ketika domba dibiakkan (pembibitan).
  • Raddle/raddling
  1. Menandai domba betina dengan ram juga dapat dilakukan dengan raddle. Raddle hanyalah krayon ram yang mengandung harness, yang dioleskan pada pantat domba betina ketika kawin berlangsung, sehingga tanda warna yang tersisa dapat terlihat.
  2. Proses yang memungkinkan ram untuk dijalankan bersama dengan raddle disebut sebagai raddling.
  3. Praktek di atas juga dapat diterapkan dalam kambing.

H. Pencatatan (Recording)

Untuk mempermudah penelusuran silsilah diperlukan pencatatan data individu ternak secara tertib, yang meliputi:

  1. Tetua (induk dan bapak).
  2. Kelahiran (tanggal, bobot lahir, panjang badan, tipe kelahiran dan jenis kelamin).
  3. Penyapihan umur 3 bulan (tanggal, bobot sapih dan panjang badan).
  4. Perkawinan (tanggal kawin dan pejantan).
  5. Tanggal beranak kembali.
  6. Penyakit (vaksinasi dan pengobatan).
  7. Pencatatan dilaksanakan oleh peternaknya sendiri pada kartu-kartu dan oleh petugas dalam buku registrasi dengan model rekording yang sederhana, mudah diterapkan di lapangan. Data hasil pencatatan akan sangat bermanfaat untuk peningkatan kualitas bibit dan produksi bibit serta untuk bahan seleksi dan sertifikasi calon ternak bibit di masa yang akan datang.

I. Seleksi

  1. Seleksi dilakukan oleh peternak terhadap bibit ternak yang akan dikembangkan di bawah bimbingan petugas yang berwenang.
  2. Seleksi calon bibit jantan dipilih 10% terbaik dari hasil keturunan, sedangkan calon bibit betina dipilih 25% terbaik dari hasil keturunan untuk selanjutnya digunakan sebagai replacement.

J. Afkir (Culling)

  1. Induk dan pejantan yang tidak produktif harus segera diafkir.
  2. Keturunan yang tidak terpilih sebagai calon bibit (tidak lolos seleksi) harus segera diafkir.

K. Kesehatan Ternak

  1. Setiap terjadi kasus penyakit terutama penyakit menular harus segera ditangani dan dilaporkan kepada petugas yang berwenang.
  2. Setiap ternak yang sakit harus segera dikeluarkan dari kandang untuk diobati atau dikeluarkan dari kelompok peternak/peternakan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Tanpa tahun terbit. Breeding Management of Sheep and Goat, (online), (http://agridr.in/). Tamil Nadu University: New Delhi. Diakses pada hari Selasa tanggal 10 Maret 2015.

Hidayah, J. 2011. Manajemen Pemeliharaan Ternak Domba dan Kambing, (online), (http://jamilatunhidayah-duniakuhidupmu.blogspot.com/). Diakses pada hari Selasa tanggal 10 Maret 2015.

Yos, T. 2014. Pedoman Teknis Pengembangan Pembibitan Kambing dan Domba pada Tahun 2012, (online) (https://www.academia.edu/). Diunduh pada hari Selasa tanggal 10 Maret 2015.

Terimakasih atas kunjungan Anda. Kritik dan saran dapat disampaikan pada kotak komentar, ya! Silakan tinggalkan komentar Anda dengan sopan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s