MAKALAH: Pembagian Susu Pada Usia 1-3 Tahun dan 3-12 Tahun

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sebuah fakta yang memprihatinkan jika masalah gizi kurang dan gizi buruk masih terjadi di Indonesia. Susu pertumbuhan haruslah dibedakan dari susu formula khusus bayi dan susu yang tidak cocok untuk dikonsumsi bayi pada usia kurang dari 1 tahun. Seperti kita ketahui bersama, satu-satunya makanan yang cocok untuk bayi usia dibawah 6 bulan adalah Air Susu Ibu (ASI). Untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan sampai anak usia 2 tahun dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).

Susu pertumbuhan hanya bisa diberikan pada anak usia 1 tahun ke atas. Pada dasarnya anak pada usia ini sudah dapat mengkonsumsi beraneka ragam makanan dan meminum susu pertumbuhan sebagai pelengkap gizi dan bukan sebagai makanan utama. Jadi sesungguhnya susu pertumbuhan tidak dirancang sebagai makanan utama untuk anak. Sebuah pendapat yang salah apabila ibu atau orang tua menganggap memberi susu pertumbuhan saja sudah dapat memenuhi kebutuhan gizi anak.

Dengan adanya pengenalan konsep 4 sehat 5 sempurna sejak tahun 1950, secara umum masyarakat Indonesia mengetahui bahwa salah satu peranan susu adalah untuk menyediakan zat gizi dan mencukupi kebutuhan gizi masyarakat. Menyadari bahwa pemenuhan kebutuhan akan zat gizi adalah sangat penting dan potensi susu untuk pemenuhan kebutuhan ini sangat tinggi, maka industri mengembangkan susu pertumbuhan sebagai salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan gizi anak pada usia pertumbuhan.

Pada dasarnya susu pertumbuhan adalah susu yang dirancang tidak saja memiliki kandungan kalori dan protein yang cukup tetapi juga memiliki tingkat fortifikasi vitamin dan mineral yang sesuai dengan kebutuhan anak pada usia tertentu di masa pertumbuhannya. Menyadari bahwa kebutuhan gizi anak di setiap tahap pertumbuhan adalah berbeda, maka industri susu mengembangkan susu pertumbuhan dengan kandungan gizi yang berbeda pula untuk setiap tahapan usia. Oleh karena itu dalam penulisan makalah ini, penulis akan membahas pembagian susu pada usia 1-3 tahun dan 3-12 tahun yang memberi gambaran tentang komponen/kandungan nutrisi yang terdapat pada susu formula yang dimaksud serta manfaat mengonsumsi susu tersebut.

1.2. Tujuan dan Manfaat

Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah pembagian susu pada usia 1-3 tahun dan 3-12 tahun, yaitu:

  1. Untuk mengenal beberapa merek susu untuk usia 1-3 tahun dan 3-12 tahun.
  2. Untuk mengetahui komponen/kandungan nutrisi yang terdapat pada susu formula tersebut.
  3. Untuk mengetahui manfaat dari mengonsumsi susu tersebut.

Manfaat yang diperoleh dalam penulisan makalah pembagian susu pada usia 1-3 tahun dan 3-12 tahun, yaitu:

  1. Dapat mengenal beberapa merek susu untuk usia 1-3 tahun dan 3-12 tahun.
  2. Dapat mengetahui komponen/kandungan nutrisi yang terdapat pada susu formula tersebut.
  3. Dapat mengetahui manfaat dari mengonsumsi susu tersebut.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Mengenai Susu Pertumbuhan (Susu Formula)

Susu formula adalah cairan atau bubuk dengan formula tertentu yang diberikan pada bayi dan anak-anak yang berfungsi sebagai pengganti ASI. Susu formula memiliki peranan yang penting dalam makanan bayi karena seringkali bertindak sebagai satu-satunya sumber gizi bagi bayi. Karenanya, komposisi susu formula yang diperdagangkan dikontrol dengan hati-hati. FDA (Food and Drugs Association – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika) mensaratkan produk ini harus memenuhi standar ketat tertentu. Secara umum prinsip pemilihan susu yang tepat dan baik untuk anak adalah susu yang sesuai dan bisa diterima sistem tubuh anak.

Susu terbaik harus tidak menimbulkan gangguan saluran cerna seperti diare, muntah atau kesulitan buang air besar. Susu yang terbaik juga harus tidak menimbulkan gangguan lainnya seperti batuk, sesak, gangguan kulit dan sebagainya. Penerimaan terhadap susu pada setiap anak sangat berbeda. Anak tertentu bisa menerima susu A, tetapi anak lainnya bila minum susu A terjadi diare atau muntah. Susu yang paling enak dan disukai bukan merupakan pertimbangan utama pemilihan susu. Meskipun susu tersebut disukai anak, tetapi bila menimbulkan banyak gangguan fungsi dan sistem tubuh maka akan menimbulkan banyak masalah kesehatan bagi anak. Tetapi sebaliknya bila gangguan saluran cerna anak baik dan tidak terganggu maka nafsu makan atau minum susu pada anak tidak akan terganggu.

Harga susu yang mahal dan merek yang terkenal juga bukan merupakan jaminan bahwa susu tersebut yang terbaik. Keterkenalan merek susu formula tertentu di suatu negara atau daerah sebenarnya lebih karena pertimbangan keberhasilan strategi pemasaran dan penyediaan barang. Hal ini dapat dillihat bahwa susu dengan penjualan tertinggi di negara satu dengan negara lainnya di dunia sangat berbeda dan bervariasi. Penambahan AA, DHA, spingomielin pada susu formula sebenarnya tidak merupakan pertimbangan utama pemilihan susu yang terbaik. Penambahan zat yang diharap berpengaruh terhadap kecerdasan anak memang masih sangat kontroversial.

Banyak penelitian masih bertolakbelakang untuk menyikapi pendapat tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan pemberian AA dan DHD pada penderita prematur tampak lebih bermanfaat. Sedangkan pemberian pada bayi cukup bulan (bukan prematur) tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna mempengaruhi kecerdasan. Sehingga ESPGAN, British Nutrition Foundation, dan WHO/FAO hanya merekomendasikan pemberian AA dan DHA hanya pada bayi prematur saja.

Penjualan susu formula adalah merupakan bisnis perdagangan yang sangat besar dan sangat menggiurkan. Setiap hari kita disuguhi promosi susu formula yang demikian gencar. Semua produsen susu berlomba-lomba mengangkat isu kecerdasan dengan mengandalkan AA, DHA, Spingomielin dan sebagainya. Karena sangat gencarnya promosi “susu kecerdasan” ini, banyak orangtua menolak bila susu anaknya tidak mengandung AA dan DHA. Fenomena ini merubah perilaku produsen untuk selalu menambah zat kecerdasan pada semua produk susu dan makanan anak. Sehingga akhirnya, penambahan kandungan AA dan DHA kesannya hanya untuk kepentingan bisnis belaka.

Penambahan prebiotik atau sinbiotik untuk memperbaiki saluran cerna bukanlah yang utama. Selama bahan dasar susu formula tersebut bisa diterima saluran cerna, maka penambahan kandungan tersebut tidak terlalu bermanfaat. Sebaliknya, meskipun terdapat zat tersebut, tetapi bila beberapa kandungan dalam susu sapi tidak bisa diterima saluran cerna juga tidak akan memperbaiki keadaan. Bila terdapat masalah gangguan saluran cerna berkepanjangan yang penting adalah mencari jenis susu atau makanan lainnya yang dapat mengganggu saluran cerna tersebut.

2.2. Berbagai Jenis Susu Formula

Susu sebagai minuman utama pada bayi terdiri dari ASI, PASI atau susu formula (comercial formula) dan non Formula. ASI merupakan makanan bayi yang paling sempurna, kandungan gizi sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada anak. ASI juga mengandung zat untuk perkembangan kecerdasan, zat kekebalan (mencegah dari berbagai penyakit) dan dapat menjalin hubungan cinta kasih antara bayi dengan ibu.

Manfaat bagi ibu dapat mengurangi perdarahan setelah melahirkan, mempercepat pemulihan kesehatan ibu, menunda kehamilan, mengurangi risiko terkena kanker payudara, dan merupakan kebahagiaan tersendiri bagi ibu. PASI (Pengganti Air Susu Ibu) adalah merupakan alternatif terakhir bila memang ASI tidak keluar, kurang atau mungkin karena sebab lainnya. PASI adalah makanan bayi yang secara tunggal dapat memenuhi kebutuhan gizi bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi sampai berumur enam bulan.

PASI dapat dikelompokkan menjadi susu formula awal (starting formula), susu lanjutan (followup formula) dan susu formula khusus (specific formula). Starting formula biasanya diberikan sejak lahir sebelum usia 6 bulan dan followup formula diberikan di atas usia 6 bulan. Spesific formula merupakan formula khusus yang diberikan pada bayi yang mengalami gangguan malabsorbsi, alergi, intoleransi ataupun penyakit metabolik. Susu formula khusus ini sangat banyak dan bervariasi yang berisi formula tertentu bagi keadaan yang tertentu pula. Di antaranya adalah susu hidrolisa protein ektensif seperti pepti junior, pregestimil. Golongan susu ini termasuk yang paling aman karena komposisinya tanpa laktosa, mengandung banyak lemak MCT (monochain trigliserida) dan protein susu yang lebih mudah dicerna.  Susu formula khusus ini digunakan untuk penderita alergi susu sapi, alergi susu kedelai, malabsorspsi dan sebaginya.

Susu formula khusus lainnya adalah susu hidrolisat protein parsial, seperti NAN HA atau Enfa HA. Golongan susu ini biasanya digunakan untuk bayi yang berisiko alergi atau untuk mencegah gejala alergi agar tidak semakin memberat dikemudian hari. Untuk pencegahan alergi biasanya hanya digunakan sejak lahir hingga usia 6 bulan. Sebenarnya susu ini bukan digunakan untuk penderita alergi susu sapi. Tetapi dalam keadaan gejala alergi yang ringan tampaknya penggunaan susu ini sangat bermanfaat.

Susu formula khusus kedelai atau susu formula soya adalah susu formula khusus yang mengandung bahan dasar kedelai sebagai pengganti susu sapi. Susu formula soya yang saat ini beredar di Indonesia adalah isomil, nutrisoya, prosobee dan sebagainya. Susu formula khusus lainnya adalah susu bebas atau rendah laktosa. Susu formula khusus ini digunakan untuk penderita intoleransi laktosa, misalnya Bebelac FL, Similac LF dan sebagainya. Non formula, merupakan susu yang sebenarnya tidak memenuhi syarat sebagai PASI. Contoh susu non formula adalah susu sapi segar, susu skim atau susu kental manis. Susu ini komposisinya tidak sesuai dengan komposisi yang direkomendasikan oleh FDA atau komposisinya tidak sesuai dengan kebutuhan bayi.

Susu formula sangat berbeda dengan susu sapi murni, meski bahan baku susu formula dari susu sapi. Dalam susu formula, ada tambahan nutrisi yang sudah terukur dan disesuaikan dengan gizi yang dibutuhkan bayi. Karena itu, pemberian susu formula kepada bayi harus sesuai dengan kebutuhan bayi dan kandungan yang telah dianjurkan.

2.3. Strategi Pemilihan

Bagaimana strategi atau langkah yang tepat dalam melakukan pemilihan susu formula yang terbaik bagi anak. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan apakah anak mempunyai risiko alergi atau intoleransi susu sapi. Risiko ini terjadi bila ada salah satu atau kedua orangtua pernah mengalami alergi, asma atau ketidak cocokan terhadap susu sapi. Langkah kedua, harus cermat dalam mengamati kondisi dan gangguan yang terjadi pada anak sejak lahir. Gejala yang harus di amati adalah gejala gangguan saluran cerna, gangguan perilaku dan gangguan organ tubuh lainnya sejak bayi lahir. Bila terdapat risiko alergi dan gejala lain seperti di atas, harus lebih cermat dalam melakukan pemilihan susu. Kalau perlu lakukan konsultasi lebih jauh kepada dokter spesialis alergi anak, gastroenterologi anak atau metabolik dan endokrinologi anak.

Cermati gangguan organ tubuh yang terjadi terus menerus dan terjadi jangka panjang seperti sering batuk, sesak, diare (buang air besar > 2 kali perhari), sulit buang air besar. Bila terjadi sebaiknya harus lebih dicermati apakah gangguan ini berkaitan karena ketidakcocokan susu formula. Sering terjadi overdiagnosis dalam menentukan anak menderita alergi susu sapi. Sebaiknya jangan terlalu cepat memvonis alergi susu sapi pada bayi. Reaksi alergi yang timbul bukan saja terjadi karena susu formula. Dalam pemberian ASI, diet yang dikonsumsi ibu juga dapat mengakibatkan gangguan alergi.

Dalam keadaan bayi mengalami infeksi batuk, panas dan pilek sering mengalami gangguan seperti reaksi alergi khususnya pada kulit, saluran cerna dan hipersekresi bronkus (lendir yang berlebihan). Hal lain sering terjadi anak divonis alergi susu sapi padahal sebelumnya penggunaan susu sapi tidak menimbulkan masalah kesehatan. Alergi susu sapi biasanya semakin pertambahan usia akan semakin membaik, bukan sebaliknya. Alergi susu sapi biasanya terjadi sejak lahir. Bila gejala alergi baru timbul di atas usia 6 bulan, penyebabnya sangat mungkin bukan susu sapi. Kita harus mencermati alergi terhadap makanan lainnya yang biasanya mulai dikenalkan pada usia tersebut.

Penderita alergi makanan, selain alergi terhadap susu sapi juga mengalami alergi terhadap makanan tertentu. Bila mencurigai ketidakcocokan susu formula, jangan terlalu cepat memvonis susu sapi adalah penyebabnya. Ketidakcocokan susu formula belum tentu hanya karena kandungan susu sapinya. Gangguan bisa timbul karena kandungan yang terdapat dalam susu formula seperti gluten, zat warna, aroma rasa (vanila, coklat, strawberi, madu dll), komposisi lemak, kandungan DHA, minyak jagung, minyak kelapa sawit dan sebagainya.

Proses pengolahan bahan dasar susu sapi ternyata juga bisa berpengaruh. Beberapa cara proses pengolahan susu sapi tertentu dapat menghilangkan protein tertentu yang dapat menyebabkan gangguan alergi. Perbedaan ini dapat diamati dengan perbedaan bau susu formula tersebut. Susu sapi formula satu dengan yang lainnya kadang bau ketajaman susu sapinya berbeda. Penggantian ketidakcocokan susu formula tidak harus selalu dengan susu soya atau susu hipoalergenik. Jadi, bila mencurigai ketidak cocokan susu jangan terlalu cepat mengganti dengan susu soya atau susu hipoalergi lainnya.

Bila gangguannya ringan dengan penggantian susu sapi formula yang sejenis gangguan tersebut dapat berkurang. Misalnya, penggantian susu yang tidak mengandung DHA gangguan kulit bisa menghilang. Buang air besar yang sulit dengan pengantian susu sapi tertentu yang tidak mengandung kelapa sawit gangguannya membaik. Demikian pula gangguan penderita yang sering batuk, dengan mengganti susu sapi formula tertentu dapat mengurangi gangguan itu.

Selain ketidakcocokan susu, pertimbangan berikutnya dalam pemilihan susu adalah masalah harga. Sesuaikan pemilihan jenis susu dengan kondisi ekonomi keluarga. Harga susu tidak secara langsung berkaitan dengan kualitas kandungan gizinya. Meskipun susu tersebut murah belum tentu kalori, vitamin dan mineralnya kurang baik. Selama jumlah, jenisnya sesuai untuk usia anak dan tidak ada gangguan maka itu adalah susu yang terbaik untuk tumbuh kembang anak tersebut.

Secara umum semua susu formula yang beredar di Indonesia dan di dunia kandungan gizinya sama. Karena harus mengikuti standard RDA (Recomendation Dietary Allowence) dalam jumlah kalori, vitamin dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan bayi dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal. Dengan kata lain, penggunaan apapun merek susu sapi formula yang sesuai kondisi dan usia anak selama tidak menimbulkan gangguan fungsi tubuh adalah susu yang terbaik untuk anak tersebut.

Perbedaan harga tersebut mungkin dipengaruhi oleh penambahan kandungan AA, DHA dan sebagainya di dalam susu formula. Pertimbangan lainnya yang penting adalah mudah didapat, baik dalam hal tempat pembelian dan penyediaan produk. Berganti-ganti jenis susu untuk seorang anak tidak harus dikawatirkan selama tidak ada gangguan penerimaan susu tersebut. Bila tidak terdapat risiko dan gejala alergi langkah berikutnya coba susu formula yang sesuai usia anak apapun merek dan jenisnya. Amati tanda dan gejala yang ditimbulkan, bila tidak ada keluhan teruskan pemberian susu tersebut dengan jumlah sesuai yang dibutuhkan anak.

2.4. Susu Untuk Usia 1-3 Tahun

Sesuai usia tumbuh kembang, seorang anak harus mendapatkan nutrisi yang terbaik. Oleh karena itu, dipastikan tiap tetes DANCOW memberikan manfaat bagi pertumbuhan optimalnya. Produk susu DANCOW untuk usia 1-3 tahun dengan formula lengkap, ditujukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, agar tepat seimbang di setiap tahap pertumbuhannya. Produk tersebut adalah:


  1. DANCOW 1+

    Produk yang ditujukan untuk anak usia 1-3 tahun ini mengandung Lactobacillus PROTECTUS® dan Prebiotik, LA, ALA, AA, serta 26 Vitamin (termasuk didalamnya Vitamin C dan E) dan Mineral.


  2. DANCOW Batita

    Produk yang ditunjukan untuk anak usia 1-3 tahun ini memiliki berbagai nutrisi terpadu: LA, ALA, Prebiotik, Lisin serta 26 Vitamin dan Mineral yang membantu batita Tumbuh, Aktif, dan Tanggap. Rasa madunya sangat disukai oleh anak.

Sesuai untuk tahap pertumbuhan anak yang berumur 1-3 tahun. DANCOW mengandung beberapa benefit, yaitu:

1.Perlindungan

  • Lactobacillus PROTECTUS, probiotik yang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh. Probiotik dalam  Lactobacillus PROTECTUS adalah gabungan dari strain Lactobacillus paracasei and Bifidobacterium longum. Gabungan ini didesain untuk mengkombinasi manfaat yang saling melengkapi dari kedua jenis probiotik keluarga bifidobacteria dan lactobacilli, yaitu membantu menjaga daya tahan tubuh, dan juga membantu menjaga kesehatan saluran cerna.
  • PREBIO1, yaitu merupakan prebiotik serat larut yang formulanya dipatenkan oleh Nestlé, yang merupakan makanan untuk bakteri baik di saluran perncernaan, sehingga dapat membantu menjaga kesehatan saluran cerna. Kombinasi L PROTECTUS (Probiotik) dan PREBIO1 (Prebiotik) dapat bekerjasama membantu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi si Kecil.
  • Vitamin C dan E, yang berguna sebagai antioksidan untuk mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas.
2. Penting Untuk Otak
  • DHA, yaitu asam lemak yang membantu perkembangan otak anak hingga umur 2 tahun. Sampai usia 2 tahun tersebut merupakan ke masa periode perkembangan otak anak yang sangat pesat, dimana pada saat itulah kebutuhan DHA benar-benar sangat penting untuk membantu perkembangan otak.
  • LA (Linoleic Acid/Omega 6) dan ALA (Alpha-Linolenic Acid/Omega 3) yang merupakan asam lemak essensial prekursor AA dan DHA. Asam lemak essensial adalah asam lemak penting yang tidak dapat dibuat tubuh dan hanya didapat dari makanan. Oleh tubuh asam lemak essensial ini akan diproses dan diubah menjadi AA dan DHA.
3. Perkembangan dan Pertumbuhan
  • Mengandung 26 Vitamin dan Mineral (dilengkapi juga dengan Taurin) untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan si Kecil
  • Mengandung Lactobacillus PROTECTUS, Prebiotik, dan DHA

Produk yang ditujukan untuk anak usia 1-3 tahun ini memiliki keunggulan sebagai berikut:

  • Memberikan perlindungan menyeluruh

    Lactobacillus PROTECTUS® yang terkandung di dalam susu ini bermanfaat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh. Sementara PREBIO1®, membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan. Kombinasi keduanya dapat bekerja sama membantu memberikan perlindungan yang lebih optimal. Susu ini juga dilengkapi dengan Vitamin C dan E sebagai antioksidan

  • Penting untuk otak

    Mengandung DHA serta Asam Lemak Esensial LA (Omega 6) dan ALA (Omega 3) – prekursor AA dan DHA yang penting untuk otak.

  • Membantu pertumbuhan

    Mengandung 26 vitamin dan mineral untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak.

2.5. Susu Untuk Usia 3-12 Tahun

Setelah 3 tahun, otak seorang anak terus tumbuh dan berkembang, mengubah pengalaman menjadi pengetahuan. Nutrisi dan stimulasi yang tepat dibutuhkan untuk terus mendukung tahapan tumbuh kembangnya, yaitu meningkatkan kemampuan kognitif seperti penalaran dan logika. Hal ini membantu mendukung kemajuan belajar anak. Produk susu dari Mead Johnson Nutrition untuk usia 3-12 tahun dengan formula lengkap, ditujukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, agar tepat mendukung daya tahan tubuhnya. Dengan ketahanan tubuh yang lebih baik, dia dapat belajar lebih banyak, di mana saja. Ini akan mendukung kemajuan belajarnya.. Produk tersebut adalah:

  • ENFAKID A+ (3-12 Tahun)

    Diperkaya dengan nutrisi Inulin, Zink, Zat Besi, seperti Kolin,
    Prebiotik Fos & Gos, Antioksidan, Vitamin (A, C, D, E, K, B1, B2, B6, dan B12), Niasin, Protein, Karbohidrat, Magnesium, Yodium, dan beberapa nutrisi penunjang lainnya.

Enfakid A+ 4 adalah susu pertumbuhan lanjutan untuk anak berumur diatas 3 tahun. Pada masa ini, penelitian menemukan kalau aktivitas anak semakin memperhatikan lingkungannya. Anak dapat merasakan sebuah perasaan, alasan, dukungan, dan pembelajaran. Oleh karena itu susu ini dibuat dengan manfaat untuk kesehariannya.

Didalam susu ini diberikan berbagai kandungan baik, diantaranya ada FOS&Inulin, Zink, Zat Besi, DHA, Vitamin A, C, dan E yang baik untuk tumbuh kembangnya anak. Kandungan yang terpenting adalah Zink, karena anak akan tumbuh semakin besar dan mengerti lingkungannya. Daya mencoba hal-hal baru pun semakin dimilikinya.Kolin untuk pembentukan & pelepasan asetikolin, suatu neurotransmitter. Prebiotik Fos & Gos mempertahankan fungsi saluran pencernaan untuk daya tahan tubuh yang lebih baik. Dan Antioksidan, Vit. C & E yang membantu daya tahan tubuh.

2.6. Manfaat Susu Pertumbuhan

Susu pertumbuhan bermanfaat untuk melengkapi kebutuhan zat gizi pada anak di usia pertumbuhan. Walaupun kebanyakan susu pertumbuhan dibuat dari susu sapi sebagai bahan dasarnya, berbeda dengan susu sapi biasa, susu pertumbuhan memiliki beberapa kandungan gizi yang lebih tinggi.

Susu pertumbuhan biasanya mengandung hampir semua zat gizi yang tercantum dalam daftar Angka Kecukupan Gizi Indonesia sebagai acuan kebutuhan gizi untuk masyarakat Indonesia. Walaupun banyak zat gizi yang ditambahkan (fortifikasi) ke dalam susu pertumbuhan, pada artikel ini penulis membahas Vitamin A, Yodium dan Zat Besi sebagai ilustrasi. Secara khusus, International Food Policy Research Institute (IFPRI), sebuah lembaga riset internasional, merekomendasikan Vitamin A, Yodium dan Zat Besi sebagai zat gizi yang penting yang perlu diperhatikan.

Vitamin A adalah vitamin essensial dan diperlukan dalam pembentukan fungsi penglihatan, pertumbuhan tulang, reproduksi, pemilahan dan pembedaan sel. Kandungan Vitamin A pada susu pertumbuhan biasanya 2 kali lebih banyak dari pada kandungan Vitamin A pada susu sapi.

Yodium berperan pada pembentukan hormon thyroid. Kekurangan Yodium dapat mengakibatkan rendahnya hormon thyroid yang menyebabkan gangguan tumbuh kembang fisik dan mental pada anak. Bahan makanan yang banyak mengandung Yodium adalah ikan laut, kerang dan kepiting. Fortifikasi yodium secara umum dilakukan pada garam dan juga susu pertumbuhan.

Zat besi berperan dalam perkembangan kecerdasan anak. Secara umum zat besi terkandung dalam daging, ayam, ikan dan kuning telur. Susu sapi tidak banyak mengandung zat besi, sedangkan susu pertumbuhan biasanya mengandung 40 kali lebih banyak zat besi dari pada susu sapi.

Sesungguhnya, anak pada usia pertumbuhan dapat memenuhi kebutuhan gizinya dengan cara mengkonsumsi beraneka ragam makanan dalam jumlah yang cukup. Dalam banyak kasus, anak anak hanya mau mengkonsumsi makanan tertentu saja dan dalam jumlah sedikit. Dalam kasus seperti ini, peranan susu pertumbuhan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak adalah semakin penting.

 

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

    Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dikemukakan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu:

  1. Sesuai usia tumbuh kembang, seorang anak harus mendapatkan nutrisi yang terbaik, seperti beberapa produk susu Dancow untuk usia 1-3 tahun dengan formula lengkap, ditujukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, agar tepat seimbang di setiap tahap pertumbuhannya, yaitu Dancow 1+ dan Dancow Batita. Sementara produk susu untuk usia 3-12 tahun dengan formula lengkap, ditujukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, agar mendukung daya tahan tubuhnya, maka susu yang tepat adalah susu Enfakid A+ 4.
  2. Beberapa nutrisi yang terkandung dalam susu Dancow 1+ dan Dancow Batita diantaranya, Lactobacillus PROTECTUS® dan Prebiotik, LA, ALA, AA, Lisin, serta 26 Vitamin (termasuk didalamnya Vitamin C dan E) dan Mineral. Dan susu Enfakid A+ diperkaya dengan nutrisi Inulin, Zink, Zat Besi, Kolin,
    Prebiotik Fos & Gos, Antioksidan, Vitamin (A, C, D, E, K, B1, B2, B6, dan B12), Niasin, Protein, Karbohidrat, Magnesium, Yodium, dan beberapa nutrisi penunjang lainnya.
  3. Secara umum semua susu formula yang beredar secara resmi di suatu negara mempunyai manfaat yang sama. Karena mengikuti standard RDA (Recomendation Dietery Allowence) dalam jumlah kalori, vitamin dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan bayi dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal. Penggunaan apapun merek susu sapi formula yang sesuai kondisi dan usia anak selama tidak menimbulkan gangguan fungsi tubuh adalah susu yang terbaik untuk anak tersebut.

B. Saran

Saran yang dapat diajukan dalam pembuatan makalah ini adalah agar para pembaca benar-benar memahami dan jeli untuk memilih susu formula yang sesuai dengan kondisi anak dan tidak mengakibatkan reaksi yang mengganggu fungsi organ tubuhnya. Pertimbangan lain adalah masalah harga harus disesuaikan dengan ekonomi keluarga serta kesediaan yang mudah dicari dan distribusi yang berkelanjutan di pasaran. Kandungan zat tambahan (AA, DHA, sinbiotik dll), harga mahal, disukai bayi dan merek terkenal bukanlah pertimbangan pemilihan susu yang terbaik bagi anak.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2003. Dancow 1+ dan Dancow Batita. http://www.sahabatnestle.co.id/. Diakses pada hari Sabtu tanggal 22 Desember 2012.

Anonim. 2011. Enfakid A+ 4 (3-12 Tahun). http://www.meadjohnson.co.id/. Diakses pada hari Sabtu tanggal 22 Desember 2012.

Bilna. 2012. Enfakid A+ (Gambar). http://bilna.com/formula-food/. Diunduh pada hari Sabtu tanggal 22 Desember 2012.

Judarwanto, Widodo. 2012. Susu Formula Terbaik, Bukan Terkenal, Termahal, Disukai. http://health.kompas.com/. Diakses pada hari Sabtu tanggal 22 Desember 2012.

Putra, Raden. 2012. Susu Dancow (Gambar). http://radensanopaputra.blogspot.com/. Diakses pada hari Sabtu tanggal 22 Desember 2012.


Terimakasih atas kunjungan Anda. Kritik dan saran dapat disampaikan pada kotak komentar, ya! Silakan tinggalkan komentar Anda dengan sopan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s