“MAAF”

July, 08th 2012

Berawal dari ketika gue duduk di bangku kelas XII SMA, gue terpilih sebagai salah satu siswa yang dapat mengikuti SNMPTN Undangan 2012, disini gue harus menentukan hidup gue kedepannya dengan meneruskan kuliah dengan mengambil jurusan yang sesuai dengan cita-cita gue sejak kecil dulu, yaitu Dokter Ahli Dalam. Namun dengan beberapa pertimbangan yang datang, gue dengan sangat terpaksa harus melepaskan cita-cita tersebut dan akhirnya memilih untuk menjadi teknokrat, saat pendaftaran online guepun memutuskan mengambil Teknik Informatika, dan Arsitektur pada SNMPTN Undangan 2012. Satu sisi IT adalah minat gue dan ga bisa dipaksakan karena gue sangat menyukai dunia komputer dan Matematika, di sisi lain Arsitek adalah pekerjaan bokap gue (dan mau ga mau harus menurun ke gue) apalagi bokap udah mempercayakan kepada gue bahwa nantinya yang bisa meneruskan profesinya bukan lain adalah gue sendiri.

Setelah pengumuman lulus SMA, gue sangat bangga dengan nilai Matematika yang hampir mendekati 10, dan ga berhenti sampai disitu, malam harinya juga pengumuman SNMPTN Undangan 2012 dengan penuh harapan apa yang gue inginkan bisa terpenuhi, beberapa kali situs SNMPTN gue open hingga larut malam tetap Error hingga gue mendapatkan message dari teman duduk gue sewaktu sekolah, dia meminta bantuan kepada gue untuk ngecek hasil SNMPTN-nya, setelah lama menunggu akhirnya gue memberanikan diri untuk me-refresh kembali situsnya, setelah gue mencocokkan data teman gue, hasilnya sangat membanggakan sekali. Dia lulus seleksi Kedokteran Hewan, sementara teman gue yang satunya lagi hanya mendapatkan “MAAF” dari situs.

Berharap hasil yang sama baiknya dapat gue rasakan, guepun kembali ke hadapan notebook untuk yang kesekian kalinya. Dan hasil akhir yang gue dapatkan adalah “MAAF” dari situs SNMPTN Undangan 2012. Selamat tinggal SNMPTN Undangan 2012, walaupun ada rasa kecewa yang menghantui, gue mampu menebasnya dengan giat belajar, berlatih, dan ga henti-hentinya berdoa kepada Allah SWT agar diberi kemudahan masuk ke Fakultas Teknik, setelah menjalani hari-hari mengikuti bimbingan belajar di luar dan di rumah, akhirnya tibalah juga saat yang paling menentukan yaitu SNMPTN Tulis 2012. Yah, gue mengikutinya dengan penuh antusias dan semangat berharap lulus di Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin!

Tiga hari sebelum pengumuman gue menderita penyakit yang ga dapat terkontrol, gue menyebutnya “Galau Akademis” karena dari grup SNMPTN 2012 yang ada di Social Media yakni Facebook yang udah gue tekuni selama hampir 5 tahun terdapat info dari salah seorang teman seperjuangan gue yang telah posting artikel di grup bahwa “Pengumuman SNMPTN dimajukan ter-tanggal 3 Juli 2012” padahal dari situs resmi diketahui pengumuman SNMPTN Tulis 2012 adalah tanggal 7 Juli 2012. Namun dengan beberapa pertimbangan oleh pihak SNMPTN Tulis 2012 sendiri pun memajukan pengumuman sehari menjadi 6 Juli 2012.

Gue ga dapat berkata apa-apa, hanya bisa diam dan mengalami shock hingga malam menjelang, sambil berusaha menenangkan diri, gue menemani beberapa teman sekelas untuk on the phone malam itu juga, ga lama kemudian gue menerima message dari teman baik yang selalu mendukung gue, dia meminta bantuan kepada gue untuk ngecek hasil SNMPTN-nya, dia bukan teman duduk gue di kelas yang lulus Kekdokteran Hewan pada SNMPTN Undangan 2012 bulan Mei lalu, kabarnya hingga kini ga pernah lagi gue ketahui apa dia nerima ataukah nolak undangan tersebut. Ternyata dia menolaknya dan memilih untuk ikut seleksi Universitas Swasta yang (katanya) ada di Surabaya. Wah, sayang sekali menurutku.

Sebenarnya gue udah banyak mengikuti pendaftaran (tes maupun non-tes) di beberapa PTN dan PTS seperti Universitas Trisakti Jakarta, gue lulus pada program studi Teknik Arsitektur Lanskap tapi bulan Juni lalu gue ga memberanikan diri untuk mengikuti interview dari pihak Trisakti, dengan sangat terpaksa gue membatalkannya. Lalu di STT Telkom yang sempat menjadi PTS kebanggaan gue, gue ga lulus pada program studi pilihan gue, namun disalurkan pada Diploma III-nya ataukah S-1 di STISI Telkom, lagi-lagi gue menolaknya. Kemudian gue memberanikan diri untuk mendaftarkan diri sebagai calon penerima beasiswa di Nanyang Technological University (Singapura) pada Fakultas Humaniora dan Seni yang ga ikut mensyaratkan skor TOEFL sebagai acuan seleksi, walaupun skor TOEFL gue 427 tapi rasanya malu untuk mengikutsergaan sertifikatnya pada registrasi online yang Full English. Sampai sekarang gue ga pernah tahu apakah gue lulus atau ga, begitu yakinnya gue ga lulus sampai-sampai ga berani melihat situs pengumumannya.

Dan akhirnya setelah menunggu selama satu bulan tibalah juga pengumuman SNMPTN tersebut, dengan segera gue membeli pulsa modem untuk melihat pengumuman melalui notebook. Waktu pengumuman telah terbuka, gue ngecek hasil SNMPTN teman gue di situs http://ujian.snmptn.ac.id/ dan lagi-lagi error network hingga beberapa kali me-refresh gue melihat pada layar bahwa teman gue lulus seleksi SNMPTN dan diterima di program studi Kesehatan Masyarakat, segera gue mengambil handphone dan menghubunginya. Ya, dia sangat senang sekali mendengarnya dan sangat berterima kasih padaku. Lain lagi dengan teman seperjuangan gue yang dapat “MAAF” dari situs SNMPTN Undangan 2102 kemarin, kali ini mendapatkan “MAAF” dari situs SNMPTN Tulis 2012. Rasa iba datang, dengan terpaksa gue memberitahukan ketidaklulusannya melalui message.

Hum, gue berpikir sejenak apakah kejadian SNMPTN Undangan 2012 kemarin terjadi lagi? Tapi pikiran itu segera kutepis dan membuangnya jauh-jauh. Tiba saatnya untuk meyakinkan hal tersebut gue pun melihat pengumuman via internet sekali lagi, namun hal buruk pun menimpa diriku.

MOHON MAAF, PESERTA ATAS NAMA

IQBAL JALIL HAFID

DENGAN NOMOR PESERTA

312–82–06894

DINYATAKAN TIDAK DITERIMA

PADA SNMPTN 2012

JALUR UJIAN TERTULIS

JANGAN PUTUS ASA

DAN TETAP SEMANGAT !!!  

Gue lagi-lagi mendapatkan “MAAF”, gue ragu akan hal ini. Dari satu situs ke situs yang lain gue mendapatkan pencerahan untuk dapat men-download hasil SNMPTN 2012 di Kompas Online. Sebaris, dua baris, dan baris terakhir pun gue baca dan lihat berulang-ulang pada panlok 82-UNHAS Makassar. Namun semuanya nihil, hasilnya pun sama, gue ga mendapatkan nomor ujian gue. Gue harus menerima kenyataan pahit bahwague ga lulus SNMPTN 2012.

Keesokan harinya dan hari-hari berikutnya gue mulai pasrah dengan keadaan ini, dan mampu menerima berbagai celaan dari orang-orang disekitar gue. Namun gue selalu berdoa memohon kepada Allah SWT, agar Dia selalu memberikan jalan terbaik untuk gue, dan beberapa hari ini gue memutuskan untuk mengikuti JNS UNHAS, namun gue ga berani untuk memilih Fakultas Teknik, karena membutuhkan cukup banyak materi dan peminatnya pun sangat banyak. Sehingga jatuhlah pilihan gue di Ilmu Hubungan Internasional.

Dan mulai hari itu gue udah siap mengikuti serangkaian alur pendaftaran JNS dan ga lupa memanjatkan doa kepada Allah hingga tes tanggal 18 Juli 2012 mendatang, semoga Dia memberikan yang terbaik buat gue. Dan berharap pada akhirnya ketika pengumuman tiba, kenyataan dapat terjadi. Gue lulus JNS Ilmu Hubungan Internasional UNHAS. Bila nanti hasilnya ga sesuai dengan apa yang gue harapkan, biarlah gue yang nentuin pendidikan gue selanjutnya atas kehendak-Nya.

Namun lagi-lagi cobaan datang, gue tiba-tiba menderita penyakit Eksim (peradangan kulit bagian paha). Gagal udah usahaku. Ketika udah gue niatin hari itu juga untuk ikut Seleksi Gelombang 2 Universitas Muslim Indonesia, disaat semua orang disekitar sukses mojokin gue, akhirnya perasaan kecewa pun datang bagai hati tertusuk secara perlahan, gue ga bisa mengikuti seleksi UNHAS maupun UMI saat itu juga. Hatiku hancur!😦

MOTIVASI:

  1. Usaha yang dilakukan ketika ingin mencapai sesuatu harus dilakukan semaksimal mungkin.
  2. Mungkin, usaha yang gue lakukan belum terlalu maksimal sehingga ga lulus SNMPTN 2012.
  3. Harus selalu dibarengi dengan ibadah kepada Allah SWT, dan selalu mejauhkan diri dari perbuatan keji dan mungkar.
  4. Harus selalu bisa menerima kenyataan walaupun kenyataan itu ga baik dan menyakitkan hati.
  5. Selalu bersikap optimis jangan pesimis.
  6. Harus selalu semangat dan mencari jalan keluar dengan masalah yang di hadapi.

HIKMAH:

  1. Yakin dan percaya akan ke Maha Adilan Allah SWT.
  2. Percaya bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik buat setiap hambaNya.
  3. Ga selamanya apa yang kita pikirkan baik untuk diri kita adalah benar-benar yang terbaik untuk kita, kadang kala kita salah menilainya.
  4. Dokter Ahli Dalam bukanlah takdir gue, Fakultas Teknik belum rejeki gue, ITB dan UGM masih menjadi angan-angan gue. Gue yakin bahwa ada rencana lain yang terbaik untuk gue dari Allah SWT.
  5. Gue harus selalu mensyukuri nikmat Allah SWT.
  6. Orang “pintar” aja belum tentu beruntung.

Terimakasih atas kunjungan Anda. Kritik dan saran dapat disampaikan pada kotak komentar, ya! Silakan tinggalkan komentar Anda dengan sopan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s